SELAMAT DATANG DI BLOG ISLAM-nya Mbah Atmo, kunjungi juga blog Mbah Atmo yang lain

Minggu, 29 Januari 2012

BIOGRAFI IMAM ABU HANIFAH

Nama Lengkapnya An-Nu’man binTsabit. Lahir di Kufah tahun 80 H (659M) dan wafat di Baghdad pada tahun 150 H (767M). Abu Hanifah termasuk keturunan Parsi. Ia dipanggil dengan sebutan Abu Hanifah karena ia mempunyai anak bernama Hanifah. Tetapi menurut Yusuf Musa sebagaimana dikutib Sapiuddin (Tarikh Tasrik, 2005) menyebutkan bahwa nama Hanifah diambil dari kata Hanifah yang dalam bahasa Arab bisa berarti tinta. Hal ini pantas karena Abu Hanifah orang yang selalu mencatat ilmu. Ia termasuk tabi’in yang masih hidup ketika empat sahabat masih ada ; yaitu Anas bin Malik di Basrah, Abdullah bin Abu Aufa’ di Kufah, Sahl bin Sa ‘ad di Madinah, dan Tufail Amir bin Watsilah di Mekkah. Dari keempat sahabat itu Abu Hanifah hanya bertemu dengan Anas bin Malik dimana beliau meriwayatkan hadits darinya, hadits tersebut berbunyi ”Menuntut Ilmu Wajib Bagi Setiap Muslim“. Ia hidup di dua lingkungan sosial politik yaitu di masa akhir dinasti Umaiyyah dan di masa awal dinasti Abbasiyah. Masa hidupnya 70 tahun, 52 tahun di masa Umaiyyah dan 18 tahun di masa Abbasiyah. Abu Nahifah adalah seorang pedagang kain sutera di Kufah yang jujur dan menunjukkan harga pasti kepada pembelinya serta benci terhadap cara tawar menawar. Ia tak pernah menipu, ia berparas ganteng, baik dalam pergaulan, dermawan, tsigat, jeli dan cakap beranalog, ahli dalam fiqh, dan merupakan salah satu tokohnya. Ia belajar fiqh dari Hammad bin Abi Sulaiman, dari Ibrahim, dari al-Qomah dan dari Ibnu Mas’u. Di awal tahun 200-an namanya sangat menonjol dalam ilmu fiqh. Ia selalu mendiskusikan persoalan fiqh dengan murid-muridnya sehingga membawa kepada kemantapan ilmunya. Ibnu Mubarak pernah berkata “ orang yang berpaham dalam fiqh adalah Abu Hanifah, saya tidak pernah melihat orang yang seperti ia”. Yahya bin Sa’ad al Qathan berkata “kami tidak pernah mendengar pendapat yang lebih dari pendapat Abu Hanifah dan kami berpegang kepada pendapatnya”. Imam Syafi’I berkata ”Orang-orang dalam fiqh kembali kepada Abu Hanifah”.
Abu Hanifah pernah ditawari jabatan sebagai hakim oleh Ibnu Hubairah gubernur Iraq ketika itu, namun ditolak oleh Abu Hanifah. Maka beliau dicambuk sebanyak 110 kali. Ketika jaman al-Manshur al-Abbasyi, Abu Hanifah dipindahkan dari Kufah ke Baghdad untuk diangkat sebagai qadhi (hakim) juga, namun ditolak juga, dengan kerendahan hati ia menganggap tugas itu tidak pantas baginya. Maka sebagai hukumannya beliau dipenjara sampai meninggal dunia.
Abu Hanifah memiliki otak yang cerdas dan cakap dalam berdebat. Ketika ia ditanya oleh kaum Khawarij dengan ancaman golok yang menghunusnya. Pertanyaannya : ada dua orang meninggal, satu mati karena mabuk dan satu lagi wanita hamil hasil zina. Menurut anda bagaimana, apakah keduanya kafir atau muslim (mazhab khawarij meng-kafir-kan keduanya lantaran perbuatan keduanya, maka jika dijawab oleh Abu Hanifah muslim, maka ia akan dibunuh). Lalu Abu Hanifah balik bertanya, dari golongan apakah keduanya itu, apakah dari Yahudi? Mereka menjawab Bukan, dari Nasrani? Bukan, dari Majusi? Bukan. Kata Abu Hanifah kalau begitu dari golongan mana? Mereka menjawab dari kaum muslimin. Abu Hanifah berkata” itu jawabannya telah kalian jawab sendiri”.
Sebagian orang menganggap bahwa Abu Hanifah sangat sedikit perbendaharaan haditsnya. Dikatakan tidaklah beliau meriwayatkan hadits kecuali hanya 17 hadits. Namun pendapat itu lemah, terbukti Abu al-Muayyad al-Khawarizmi (wafat tahun 650H) telah mengumpulkan musnad Abu Hanifah dan dicetak di Mesir tahun 1326 H. sebanyak 800 halaman. Musnad-musnad tersebut dikumpulkan sesuai dengan susunan bab fiqh dengan tidak mengulang isnad.

6 komentar:

  1. terima kasih udah sharenya bang , masih minim ane pengatahuan tentang khalifah atau imam tedahulu . terima kasih bang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama bang...ane juga minim pengetahuan tentang Khafifah atau tokoh Islam, tapi yang sedikit itu ane cobe share ke temen2...

      Hapus
  2. Artikel yang snagat bagus, bermanfaat untuk menambah pengetahuan keagamaan saya tentang sang Imam Abu Hanifah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih comentnya...insya Allah sebentar lagi saya posting pemikiran Abu Hanifah dan juga imam Mahzab yang lain...mohon do'anya...

      Hapus
  3. Balasan
    1. Makasih gan...kita sama2 belajar....

      Hapus